Indah terpanah oleh bisu memandangKetika kelembutan menitikkan air mata untuk kau
Aku rasakan belaian disekitar kau sangat hangat
Tapi sesukanya bibir-bibir halus menghina kau
Kau tak pernah lepas dari tangan kosong
Yang mendambakan hal-hal yang tak terduga
Berjanji untuk merubah diri menjadi jati
Dan merubah menggapai menjadi menggenggam
Tak habis nian lisanku berucap terus
Menginginkan waktu terus tertancap henti sejenak
Mengenang bersama kau tentang kehidupan
Merangkai bersama kau akan tujuan
Kau didambakan oleh semua orang berkeras hati
Meluluhkan karat-karat dalam benak jiwanya
Menghaturkan mutiara kasih damai untuk hidupnya
Pelipur untuk lara yang luka
-Anugraha Pangestu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar