Mengerti atau tidakkah jalanmu
Dalam kesengsaraan hati bersenandung
Berkabung dalam selimut antah berantah
Dan bergemim di setiap bisikkan nafas
Mengerti atau tidakkah arti hidupmu
Jikalau kamu bersedih atau bersenang ria
Melupakan sejenak kodratmu sebagai
Seseorang karya Tuhanmu
Mengerti atau tidakkah semua pikiranmu
Membusuk atau menyandu hal positif
Merampas atau memberi kehormatan
Jikalau si tak bertulangmu menyakiti
Taukah kamu, mengertikah kamu, memahamikah kamu
Kalau kehidupan hanya sebatas ketidakpastian
Atau ketidakpuasan hasratmu
Seperti tatapan yang nanar
-Anugraha Pangestu-
Dalam kesengsaraan hati bersenandung
Berkabung dalam selimut antah berantah
Dan bergemim di setiap bisikkan nafas
Mengerti atau tidakkah arti hidupmu
Jikalau kamu bersedih atau bersenang ria
Melupakan sejenak kodratmu sebagai
Seseorang karya Tuhanmu
Mengerti atau tidakkah semua pikiranmu
Membusuk atau menyandu hal positif
Merampas atau memberi kehormatan
Jikalau si tak bertulangmu menyakiti
Taukah kamu, mengertikah kamu, memahamikah kamu
Kalau kehidupan hanya sebatas ketidakpastian
Atau ketidakpuasan hasratmu
Seperti tatapan yang nanar
-Anugraha Pangestu-
yang ini keren pang..
BalasHapusdalem banget isinya, tapi masih belom ngerti banget..
"tak bertulang"nya apa??
menurut devi ...
BalasHapuskata 'kamu' lebih enak jadi 'kau'
wah iya makasih nih komennya.....jadi masukkan....hem tak bertulang itu adalah lidah mirza....devi makasih yah buat masukkannya.....
BalasHapusga perlu sungkan :D
BalasHapus